Frozen shoulder (kapsulitis adhesif) adalah kondisi bahu yang nyeri dan kaku akibat peradangan serta pengerutan kapsul sendi. Sebagian besar kasus ditangani tanpa operasi, melalui fisioterapi dan obat atau suntikan. Di Indonesia, fisioterapi di rumah sakit swasta umumnya mulai dari sekitar Rp100.000 hingga lebih dari Rp400.000 per sesi (lebih rendah di puskesmas), sedangkan artroskopi di rumah sakit swasta berkisar Rp7,5 juta hingga lebih dari Rp43 juta, tergantung rumah sakit dan tindakan yang dilakukan.
Frozen shoulder, atau kapsulitis adhesif, ditandai nyeri bahu dan keterbatasan gerak yang bertahap, baik saat bahu digerakkan sendiri maupun saat digerakkan oleh pemeriksa. Kondisi ini terjadi ketika kapsul jaringan ikat yang membungkus sendi bahu (sendi glenohumeral) meradang, menebal, dan mengencang.
Keluhan bahu kaku sering muncul pada usia produktif, terutama pada perempuan berusia sekitar 40 hingga 60 tahun, dan kerap mengganggu pekerjaan, ibadah, maupun aktivitas rumah tangga. Di Indonesia, pemeriksaan dan terapi tersedia di puskesmas, rumah sakit pemerintah, dan rumah sakit swasta melalui dokter umum, dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta fisioterapis.
Kembali ke Halaman Utama: Tulang & Ortopedi
Apa Penyebab, Faktor Risiko, dan Tahapan Frozen Shoulder?
Frozen shoulder umumnya berkembang perlahan melalui tiga fase:
- Fase nyeri (freezing), sekitar 2 hingga 9 bulan: Nyeri meningkat, terutama saat malam hari atau ketika bahu digerakkan, dan gerak bahu mulai berkurang.
- Fase kaku (frozen), sekitar 4 hingga 12 bulan: Nyeri dapat berkurang, tetapi kekakuan memburuk. Aktivitas seperti menyisir rambut, mengambil barang di tempat tinggi, atau mengenakan pakaian menjadi sulit.
- Fase pemulihan (thawing), sekitar 5 hingga 24 bulan: Gerak bahu berangsur membaik, dengan lama dan tingkat pemulihan yang berbeda pada setiap orang.
Catatan klinis: Durasi tiap fase bervariasi dan dapat saling tumpang tindih. Pada sebagian orang, gejala bertahan lebih lama dari perkiraan umum.
Apa saja faktor risikonya?
- Diabetes melitus: Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi, dan keluhannya cenderung lebih berat atau lebih lama.
- Gangguan sistemik lain: Gangguan tiroid (hipertiroid maupun hipotiroid), penyakit jantung, dan penyakit Parkinson.
- Imobilisasi bahu: Bahu lama tidak digerakkan setelah operasi, cedera rotator cuff, patah tulang lengan, atau stroke.
- Jenis kelamin dan usia: Lebih sering terjadi pada perempuan dan pada usia paruh baya.
Kapan Harus Memeriksakan Bahu ke Dokter?
Periksakan diri bila nyeri dan kaku pada bahu berlangsung lebih dari beberapa minggu, gerak bahu makin terbatas, atau keluhan mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Segera cari pertolongan medis bila nyeri muncul mendadak dan berat, bahu tampak berubah bentuk, terjadi setelah jatuh atau benturan, atau disertai nyeri dada, sesak napas, atau kelemahan satu sisi tubuh.
Bagaimana Frozen Shoulder Didiagnosis?
Frozen shoulder terutama didiagnosis secara klinis, berdasarkan riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik. Dokter juga perlu membedakannya dari robekan rotator cuff, osteoartritis sendi bahu, atau gangguan saraf di leher.
- Pemeriksaan klinis: Dokter menilai nyeri, kekakuan, serta gerak bahu aktif dan pasif.
- Rontgen: Membantu menyingkirkan penyebab lain seperti patah tulang, dislokasi, atau perubahan tulang akibat artritis.
- USG atau MRI: Dipertimbangkan bila dicurigai kerusakan jaringan lunak seperti robekan rotator cuff. Pencitraan tidak selalu diperlukan untuk menegakkan diagnosis.
Apa Saja Pilihan Pengobatan Frozen Shoulder di Indonesia?
Pemilihan terapi bergantung pada tingkat nyeri, keterbatasan gerak, dan respons terhadap penanganan awal.
Penting: Angka biaya pada artikel ini merupakan estimasi umum dari informasi publik dan tidak mewakili tarif rumah sakit tertentu. Tarif aktual dapat berbeda.
1. Penanganan konservatif dan rehabilitasi
Penanganan non-bedah merupakan langkah awal pada sebagian besar kasus.
- Fisioterapi dan latihan gerak: Program latihan terstruktur dan modalitas fisioterapi (misalnya pemanasan, stimulasi listrik, atau ultrasound) membantu mengurangi nyeri serta menjaga dan memperbaiki lingkup gerak sendi.
- Obat pereda nyeri: Dokter dapat meresepkan obat antinyeri atau antiinflamasi sesuai kondisi dan riwayat penyakit pasien.
- Suntikan kortikosteroid: Disuntikkan ke sendi bahu untuk meredakan nyeri dan membantu gerak dalam jangka pendek, terutama pada fase nyeri. Dapat dilakukan dengan atau tanpa panduan USG.
2. Prosedur non-bedah lanjutan (hidrodilatasi)
- Hidrodilatasi (distensi kapsul): Cairan steril disuntikkan ke dalam sendi untuk meregangkan kapsul yang mengencang. Kortikosteroid dapat ditambahkan sesuai pertimbangan dokter. Kesesuaiannya dinilai oleh dokter spesialis.
3. Tindakan bedah (pelepasan kapsul artroskopik)
Operasi umumnya dicadangkan bagi pasien dengan keluhan berat atau kaku yang menetap meski sudah menjalani terapi non-bedah yang memadai.
- Gambaran prosedur: Dokter bedah memasukkan kamera kecil (artroskop) dan alat khusus melalui sayatan kecil untuk melepaskan bagian kapsul yang mengencang.
Berapa Estimasi Biaya Pengobatan Frozen Shoulder di Indonesia?
Biaya bervariasi bergantung pada jenis perawatan, penyedia layanan kesehatan, biaya konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan penunjang, serta kebutuhan klinis masing-masing pasien. Angka di bawah ini merupakan harga yang dipublikasikan atau estimasi dari sumber online dan hanya dapat digunakan sebagai referensi umum.
| Jenis Penanganan | Estimasi Biaya |
|---|---|
| Fisioterapi di klinik atau rumah sakit | Rp100.000 – Rp1.000.000+ per sesi |
| Fisioterapi kunjungan ke rumah | Rp200.000 – Rp1.500.000+ per sesi |
| Suntikan kortikosteroid | Rp800.000 – Rp14.000.000+ per tindakan |
| Hidrodilatasi | Mulai dari Rp800.000 per tindakan |
| Artroskopi (termasuk pelepasan kapsul) | Rp7.500.000 hingga lebih dari Rp43.000.000 di rumah sakit swasta (kisaran artroskopi secara umum untuk berbagai sendi, bukan khusus frozen shoulder), tergantung tindakan dan fasilitas |
*Disclaimer Biaya: Harga yang tercantum merupakan estimasi dari sumber daring atau harga yang dipublikasikan pada saat artikel ini ditulis. Biaya aktual dapat bervariasi bergantung pada rumah sakit, dokter spesialis, prosedur yang dilakukan, implan atau perangkat medis lain yang diperlukan, anestesi, pemeriksaan penunjang, jenis kamar, lama rawat inap, serta faktor klinis individual lainnya. Pasien disarankan untuk mengonfirmasi penawaran biaya terbaru beserta rincian layanan yang termasuk di dalamnya secara langsung kepada pihak rumah sakit sebelum menjalani perawatan.
Bagaimana Pembiayaan Lewat BPJS Kesehatan dan Asuransi?
Apakah frozen shoulder ditanggung BPJS Kesehatan?
Peserta JKN dapat memperoleh pelayanan sesuai indikasi medis melalui jalur berjenjang, dimulai dari pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, lalu rujukan ke rumah sakit bila diperlukan penanganan spesialis atau rehabilitasi medik. Ketentuan layanan dapat berbeda di setiap fasilitas, sehingga sebaiknya dikonfirmasi langsung ke fasilitas kesehatan atau BPJS Kesehatan.
Asuransi kesehatan swasta dan asuransi korporasi
Cakupan bergantung pada polis masing-masing. Periksa manfaat rawat jalan, pengecualian, masa tunggu, batas tahunan, dan rumah sakit rekanan, lalu minta surat jaminan atau persetujuan awal dari perusahaan asuransi sebelum menjalani tindakan terencana.
BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Kecelakaan Kerja)
Jaminan ini berlaku bila keluhan berkaitan dengan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang memenuhi syarat. Frozen shoulder yang tidak berhubungan dengan pekerjaan tidak otomatis dijamin, jadi sebaiknya konfirmasi ke BPJS Ketenagakerjaan.
Dokter Spesialis Ortopedi yang Dapat Anda Pertimbangkan
Pasien dengan nyeri atau kaku bahu yang menetap dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi (Sp.OT), termasuk yang berfokus pada bahu dan siku, cedera olahraga, atau artroskopi (Sp.OT(K)).
Beberapa dokter ortopedi yang dapat Anda pertimbangkan:

Untuk pertanyaan atau pengenalan ke dokter spesialis di Indonesia, hubungi kami melalui:
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa lama frozen shoulder bisa sembuh?
Frozen shoulder biasanya membaik bertahap dalam kurun sekitar 1 hingga 3 tahun. Lama pemulihan berbeda pada tiap orang, dan terapi yang tepat dapat membantu meredakan nyeri serta menjaga gerak bahu selama proses tersebut.
Apakah frozen shoulder bisa sembuh tanpa operasi?
Ya. Sebagian besar kasus membaik dengan penanganan non-bedah, seperti pengendalian nyeri, latihan peregangan dan lingkup gerak sendi, fisioterapi, serta suntikan kortikosteroid atau hidrodilatasi bila diindikasikan. Tindakan yang lebih invasif dipertimbangkan bila nyeri atau keterbatasan gerak menetap.
Mengapa penderita diabetes lebih rentan mengalami frozen shoulder?
Diabetes merupakan faktor risiko yang telah dikenal. Mekanisme pastinya masih diteliti, tetapi perubahan kolagen dan jaringan ikat pada kapsul sendi diduga turut menyebabkan kekakuan. Pengendalian gula darah yang baik tetap penting.
Apakah perlu rontgen, USG, atau MRI untuk mendiagnosis frozen shoulder?
Tidak selalu. Diagnosis terutama berdasarkan riwayat keluhan dan pemeriksaan gerak bahu. Pencitraan digunakan secara selektif untuk menyingkirkan penyebab lain seperti robekan rotator cuff atau osteoartritis.
Bagaimana pemulihan setelah operasi frozen shoulder?
Pemulihan berbeda pada tiap pasien. Fisioterapi dan latihan gerak merupakan bagian penting rehabilitasi pascaoperasi, dengan perbaikan gerak berlanjut selama beberapa bulan. Dokter bedah dan fisioterapis akan menyusun program sesuai kemajuan pasien.
Apakah pijat atau urut aman untuk frozen shoulder?
Pijatan lembut dapat membantu rileks, tetapi urut yang keras atau memaksa gerak sendi berisiko memperberat nyeri atau menimbulkan cedera. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.
Mencari dokter spesialis di Indonesia? Jelajahi direktori Find by 365Asia
Semua konten di situs ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh dijadikan patokan untuk saran medis spesifik.
Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi 119 atau kunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
365Sehat adalah anggota dari Group 365Asia.


