Demensia

Demensia – Skrining, Opsi Pengobatan, dan Sumber Informasinya

365Find A Doctor

Temukan Dokternya

Dokter spesialis apa yang perlu ditemui untuk demensia? Umumnya, pasien memulai konsultasi awal dengan dokter keluarga saat ada perubahan cara berpikir, gerak, atau perilaku. Pasien kemudian akan dirujuk ke spesialis untuk diagnosis.

  • Neurolog: Menangani gangguan pada otak dan juga sistem saraf.
  • Geriatri: Menangani kondisi medis lansia, terutama usia 65 ke atas.
  • Psikiater Geriatri: Manajemen gangguan kesehatan mental pada lansia.

Neurolog

Dr Prakash Rameshchandra Paliwal – Paliwal Neurology Clinic

Dr Lim Li Ling – Singapore Neurology & Sleep Centre

Dr Mohammed Tauqeer Ahmad – Asia Brain Spine and Nerve Medical Centre

Dr Simon Ting – Singapore General Hospital

Geriatri

Dr Chong Mei Sian – The Geriatric Practice

Dr Chan Kin Ming – Chan KM Geriatric & Medical Clinic

Dr Vina Doshi – AgeWELL

Seniors Clinic Assoc Prof Dennis Seow Chuen Chai – Singapore General Hospital

Psikiater Geriatri

Prof. Kua Ee Heok – Mind Care Clinic

Dr Lim Boon Leng – Dr BL Lim Centre For Psychological Wellness

Dr Tan Rui Qi – Psychiatric Care Clinic

Dr Chris Tsoi – National University Hospital

FAQ

FAQ

Tidak, demensia adalah penyakit yang menyerang otak. Seiring waktu, ini memicu pikun, penurunan kognitif, serta perubahan kepribadian. Ini bukan bagian normal dari penuaan.

Ada berbagai jenis demensia. Kesamaannya adalah adanya perubahan pada otak pasien. Alzheimer adalah jenis demensia paling umum, mencakup sekitar 70% dari total kasus.

Risiko demensia dapat dikurangi melalui:

  • Rutin beraktivitas fisik dan olahraga.
  • Menjaga tekanan darah tetap normal.
  • Pantau gula darah jika menderita diabetes.
  • Menjaga pola makan yang seimbang.
  • Berhenti merokok & hindari alkohol berlebih.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Aktif bersosialisasi dengan lingkungan.
  • Tidur yang cukup setiap hari.
  • Asah otak dengan interaksi sosial, game strategi, teka-teki, atau hobi baru.

Alzheimer dapat dipicu berbagai faktor, termasuk genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Faktor risiko demensia meliputi:

  • Usia.
  • Gender (Wanita memiliki risiko lebih tinggi).
  • Riwayat keluarga dengan penyakit Alzheimer.
  • Riwayat Down syndrome, cedera kepala berat, kolesterol tinggi, dan hipertensi.

Sayangnya, saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan demensia. Obat-obatan hanya membantu meredakan gejala. Selain itu, pasien dan pendamping bisa mengikuti konseling serta terapi perilaku untuk meningkatkan kualitas hidup.

Referensi

  1. MRI for Dementia Assessment | AsiaMedic. Diakses dari: https://www.asiamedic.com.sg/mri-brain-imaging-for-dementia-assessment/
  2. Dementia – Causes & Symptoms | Gleneagles Hospital. Diakses dari: https://www.gleneagles.com.sg/conditions-diseases/dementia/symptoms-causes
  3. Dementia: What You Should Know | Parkway Shenton. Diakses dari: https://www.parkwayshenton.com.sg/health-plus/article/understanding-dementia
  4. Brain Health Screening | Regis Medical. Diakses dari: https://regismedical.com/health-screening-singapore/brain-health-screening
  5. Nursing Home With Dementia Care | Orange Valley. Diakses dari: https://orangevalley.sg/
  6. Community Resources for Dementia Patients | HealthXChange. Diakses dari: https://www.healthxchange.sg/seniors/caregiver-tips/community-resources-for-dementia-patients
  7. Dementia Support Group | HealthHub. Diakses dari: https://www.healthhub.sg/a-z/support-groups-and-others/dementia-support-group
  8. CARA Digital Platform For Dementia Support (Patients & Caregivers) | CARA. Diakses dari: https://www.healthhub.sg/a-z/support-groups-and-others/dementia-support-group
  9. Dementia Resources | DementiaHub SG. Diakses dari: https://www.dementiahub.sg/resources/
  10. Getting A Diagnosis For Dementia | Agency for Integrated Care. Diakses dari: https://www.aic.sg/caregiving/getting-a-diagnosis-for-dementia/

Konten Terkait Lainnya