Batu Empedu dan Berbagai Penyakit Empedu Lainnya
Kantung empedu, organ kecil di bawah hati, punya peran vital dalam mencerna lemak. Meski ukurannya mungil, organ ini bisa menjadi sumber masalah kesehatan serius.
Batu empedu, endapan keras yang terbentuk di dalamnya, adalah salah satu problem yang paling umum terjadi. Selain itu, ada pula kondisi seperti kolesistitis (peradangan kantung empedu) serta diskinesia bilier (gangguan fungsi empedu).
Memahami gejala, jenis penyakit empedu, serta opsi pengobatannya sangatlah penting demi menjaga sistem pencernaan dan kesehatan tubuh Anda.
Jadwalkan Konsultasi dan Prosedur dengan Dokter Spesialisnya Sekarang
Temukan Paket Skrining/Medical Check-Up Komprehensif Lainnya
Jangan Biarkan Penyakit Batu Empedu, Lakukan Tindakan Sekarang!
Batu empedu bisa menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Jika Anda merasakan gejalanya, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa tepat. Anda mungkin butuh operasi empedu segera untuk mengatasinya.
Untuk dibantu jadwalkan appointment konsultasi dan prosedur dengan dokter spesialisnya, bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol di bawah ini!
Dokter Spesialis Pilihannya
Bagi Anda yang berencana melakukan pengobatan atau konsultasi masalah kantong empedu di Singapura, memilih dokter yang tepat adalah langkah awal yang krusial. Berikut adalah dua profil spesialis yang memiliki reputasi tinggi di bidangnya:
- Dr. Thng Yongxian merupakan dokter spesialis dengan kualifikasi dual fellowship yang memiliki pengalaman panjang dalam menangani operasi kompleks pada hati, pankreas, hingga saluran empedu. Beliau sangat dikenal karena pendekatannya yang berfokus pada kondisi unik setiap pasien. Keahlian utamanya terletak pada teknik bedah minimal invasif tingkat lanjut. Dengan metode ini, luka sayatan menjadi lebih kecil, sehingga pasien bisa pulih lebih cepat dengan hasil medis yang tetap optimal.
- Dr. Lee Lip Seng adalah pakar dalam teknik bedah robotik dan laparoskopi untuk menangani berbagai penyakit kompleks pada hati, pankreas, dan empedu. Selain keahlian klinisnya yang mumpuni, Dr. Lee banyak direkomendasikan karena sikapnya yang suportif dan penuh empati. Beliau berkomitmen memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang tepat sekaligus nyaman selama masa pengobatan.

Dr Thng Yongxian
[SG] Featured Doctor
Featured Story
Temukan dokter spesialis lainnya:
Interview dengan Dokter Spesialis
Dr. Thng Yongxian menjelaskan pemicu batu empedu, alasan munculnya gejala pada pasien, serta cara menangani kondisi ini secara aman dan juga efektif.
Simak penjelasan lengkap dari Dr. Lee Lip Seng mengenai manfaat serta risiko operasi batu empedu dengan teknik laparoskopi untuk membantu Anda mengambil keputusan medis yang tepat.
FInancial Advisor Pilihannya

[SG] Featured Doctor
Featured Story
FAQ
Batu empedu merupakan partikel padat di kantung empedu yang terbentuk dari kolesterol, garam empedu, serta zat lainnya. Ini bisa terjadi karena kadar kolesterol berlebih pada cairan empedu, pengosongan empedu yang tidak optimal, atau ketidakseimbangan komposisi empedu.
Banyak orang dengan penyakit batu empedu tidak merasakan gejala. Namun, saat batu menyumbat saluran empedu, hal itu bisa memicu nyeri hebat (kolik bilier), mual, muntah, kembung, serta begah, terutama setelah menyantap makanan berlemak.
Kondisi ini biasanya didiagnosa lewat tes pemindaian seperti USG, CT scan, atau MRI. Tes darah juga mungkin dilakukan guna mengecek tanda infeksi atau sumbatan saluran. Penanganan bergantung pada gejala. Jika tanpa gejala, pengobatan mungkin belum perlu. Untuk kasus bergejala, dokter dapat menyarankan obat, ubah gaya hidup, atau operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi). Terapi gelombang kejut jarang dilakukan.
Meski tak selalu bisa dicegah, risiko bisa ditekan. Menjaga pola makan sehat, menghindari diet ekstrem, tetap terhidrasi, serta konsumsi makanan berserat dan membatasi lemak jenuh dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya batu empedu.
Ya, itu mungkin terjadi. Meski kantung empedu sudah diangkat, batu yang disebut batu saluran empedu rekuren tetap bisa muncul di saluran empedu. Ini merupakan komplikasi pasca operasi yang biasanya terjadi dalam kurun waktu 3 tahun setelah prosedur.
Referensi
- Gallstones – Symptoms & Causes | Mayo clinic. Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/symptoms-causes/syc-20354214
- Gallstones – Diagnosis & Treatment | Mt Elizabeth Hospital. Diakses dari: https://www.mountelizabeth.com.sg/conditions-diseases/gallstones/diagnosis-treatment
- Gallstones – Conditions & Treatments | Singhealth. Diakses dari: https://www.singhealth.com.sg/patient-care/conditions-treatments/gallstones
- Gallstone Disease Shown to be Strong Predictor of Pancreatic Cancer | Digestive Disease Week News. Diakses dari: https://news.ddw.org/news/gallstone-disease-shown-to-be-strong-predictor-of-pancreatic-cancer/
- New study sheds light on link between lipids and gall stones | Medical X Press. Diakses dari: https://medicalxpress.com/news/2023-11-link-lipids-gall-stones.html

