Kesehatan Mental & Gangguan Perkembangan
Berbeda dari sebelumnya, kini masyarakat Indonesia sudah sadar akan pentingnya memperhatikan masalah kesehatan mental dan gangguan perkembangan. Untuk tahu lebih dalam lagi, cari tahu lebih lengkap kondisi seperti stres, kecemasan, manajemen konflik dan adiksi, serta gangguan perkembangan seperti autisme dan ADHD, melalui koleksi artikel informatif kami di sini.
Topik Kesehatan Mental

Gangguan Perkembangan

Adiksi

Neurosis (Kecemasan, Depresi, dll)

Terapi Pasangan
Kesehatan Mental dan Gangguan Perkembangan Tidak Boleh Diabaikan
Kesehatan mental Anda sangat berharga. Jika Anda mengalami kecemasan, depresi, stres, atau adiksi, atau memiliki orang terdekat yang menghadapi gangguan perkembangan seperti autisme atau ADHD, sebaiknya segera cari pemeriksaan atau bantuan profesional.
Psikiater Pilihannya
Untuk Anda yang ingin mencari opsi bantuan kesehatan mental di luar Indonesia, ini psikiater yang bisa Anda pertimbangkan untuk tuju:

[SG] Featured Doctor
Featured Story
Untuk dibantu jadwalkan appointment konsultasi bersama psikiater-nya, bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol di bawah ini!
Konten Terkait
FAQ
Menurut Singapore Institute For Mental Health, gangguan mental adalah gangguan pikiran yang mengganggu cara kita berpikir, merasa, dan berperilaku. Hal ini memengaruhi aktivitas harian, serta berdampak pada kehidupan keluarga dan teman-teman.
Gangguan suasana hati (mood) dan kecemasan adalah kondisi yang paling umum terjadi. Data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, sebanyak 15,5 juta atau sekitar 34,9% remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Psikiater adalah dokter medis sedangkan psikolog bukan. Sebagai dokter, psikiater dapat meresepkan obat-obatan. Psikolog tidak bisa meresepkan obat; sebagai gantinya, mereka menangani pasien menggunakan psikoterapi.
Tergantung pada kasus masing-masing. Terkadang psikoterapi saja sudah cukup menjadi pengobatan. Namun dalam kasus lain, terapi ini perlu digunakan bersamaan dengan bantuan obat-obatan.
Saat orang tua melihat gejala masalah kesehatan mental pada anak (misal: rasa cemas berlebih, hiperaktif, mimpi buruk terus-menerus), cobalah ajak anak bicara terlebih dahulu. Orang tua juga bisa berdiskusi dengan guru atau orang dewasa lain yang mengenal anak dengan baik.
Bantuan profesional dari psikiater atau psikolog dapat dipertimbangkan jika hal-hal tersebut tidak membantu. Orang tua juga bisa berkonsultasi jika anak menunjukkan gejala gangguan perkembangan seperti spektrum autisme atau ADHD.
Referensi
- Financial Support and Subsidies | Agency For Integrated Care. Diakses dari: https://www.aic.sg/caregiving/financial-support-and-subsidies-for-mental-health/
- What is autism | Autism Speaks. Diakses dari: https://www.autismspeaks.org/what-autism
- What is ADHD? | Phychiatry.org. Diakses dari: https://www.psychiatry.org/patients-families/adhd/what-is-adhd
- Internet and Gaming Addiction | National Addictions Management Service. Diakses dari: https://www.nams.sg/helpseekers/internet-and-gaming/Pages/default.aspx
- Laporan Penelitian | INAMHS Indonesia – National Adolescent Mental Health Survey. Diakses dari: https://qcmhr.org/outputs/reports/12-i-namhs-report-bahasa-indonesia/file
- Relationship and Marital Counselling | Singapore Counselling Centre. Diakses dari: https://scc.sg/e/relationship-marital-counselling/

