Sleep apnea adalah kondisi umum namun sering terabaikan yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan bahkan stroke.
Kondisi ini mengganggu tidur Anda dengan menyebabkan pernapasan berulang kali berhenti dan dimulai kembali, membuat Anda merasa lelah dan mudah marah di siang hari.
Namun, bagaimana Anda tahu jika Anda mungkin menderita sleep apnea? Dalam artikel ini, kami menyajikan daftar periksa komprehensif mengenai tanda dan gejala sleep apnea untuk membantu Anda mengidentifikasi potensi tanda peringatan.
Kembali ke Big Story: Pengobatan Sleep Apnea
Jadwalkan Konsultasi dan Prosedur Pengobatan Sleep Apnea Sekarang
Temukan Paket Skrining dan Diagnostik Medis Sesuai Kebutuhan Anda
Apa Itu Sleep Apnea?
Sebelum masuk ke daftar periksa tanda dan gejala sleep apnea, penting untuk memahami masalah sleep apnea.
Sleep apnea terjadi ketika saluran napas Anda menjadi tersumbat sebagian atau seluruhnya saat Anda tidur, mengakibatkan jeda dalam pernapasan.
Jeda ini bisa berlangsung dari beberapa detik hingga menit dan dapat terjadi berkali-kali sepanjang malam.
Ada tiga jenis utama sleep apnea:
- Obstructive Sleep Apnea (OSA) – Bentuk yang paling umum, disebabkan oleh relaksasi otot-otot tenggorokan.
- Central Sleep Apnea (CSA) – Terjadi ketika otak gagal mengirimkan sinyal yang tepat ke otot-otot yang mengontrol pernapasan.
- Complex Sleep Apnea Syndrome – Kombinasi dari OSA dan CSA.
Sekarang, mari kita lihat tanda dan gejala sleep apnea utama yang harus Anda waspadai.
Gejala Sleep Apnea
Ini beberapa gejala sleep apnea yang bisa Anda cek dan perhatikan untuk segera periksakan:
1. Mendengkur Keras
Salah satu indikator paling umum dari obstructive sleep apnea adalah mendengkur keras yang persisten.
Ini terjadi ketika aliran udara terblokir sebagian selama tidur, menyebabkan getaran pada jaringan tenggorokan.
Meskipun mendengkur tidak selalu merupakan tanda sleep apnea, ini patut diselidiki jika disertai dengan gejala lain. Untuk tahu apakah mendengkur jadi gejala masalah lain, seperti penyakit jantung misalnya, bisa cek selengkapnya di sini:
2. Terengah-engah atau Tersedak Saat Tidur
Penderita sleep apnea sering mengalami episode di mana mereka berhenti bernapas, yang dapat menyebabkan mereka terbangun tiba-tiba, terengah-engah atau tersedak untuk mendapatkan udara.
Hal ini biasanya diperhatikan oleh pasangan, karena sering terjadi tanpa orang yang mengalaminya sadar sepenuhnya.
3. Jeda dalam Pernapasan
Jeda yang sering terjadi dalam pernapasan saat tidur adalah gejala sleep apnea yang jelas.
Interupsi ini dapat berlangsung selama beberapa detik dan dapat terjadi berkali-kali dalam satu jam.
Jika anggota keluarga atau pasangan tidur melihat hal ini, penting untuk mencari nasihat medis.
4. Kantuk Berlebihan di Siang Hari
Kelelahan terus-menerus di siang hari, meskipun sudah tidur semalaman penuh, adalah tanda bahaya utama.
Sleep apnea mengganggu siklus tidur normal, mencegah Anda mendapatkan tidur nyenyak dan restoratif yang dibutuhkan tubuh.
Akibatnya, Anda mungkin merasa mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau bahkan tertidur saat melakukan aktivitas rutin seperti bekerja atau mengemudi.
5. Sakit Kepala di Pagi Hari
Bangun dengan sakit kepala adalah gejala lain yang terkait dengan sleep apnea.
Kondisi ini dapat menurunkan kadar oksigen selama tidur, yang mengarah pada sakit kepala tegang, terutama di pagi hari.
Jadwalkan Konsultasi Seputar Sleep Apnea dengan Dokter Spesialis THT Sekarang
6. Mulut Kering Atau Sakit Tenggorokan
Banyak individu dengan sleep apnea bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan.
Ini karena penderita sleep apnea cenderung bernapas melalui mulut saat tidur, yang dapat mengeringkan mulut dan mengiritasi tenggorokan.
7. Insomnia
Sleep apnea dapat menyulitkan untuk mempertahankan tidur tanpa gangguan, menyebabkan sering terbangun sepanjang malam.
Hal ini dapat mengakibatkan insomnia, di mana Anda merasa sulit untuk tertidur atau tetap tidur dalam waktu yang lama.
8. Iritabilitas Atau Perubahan Suasana Hati
Kurangnya kualitas tidur dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan emosional Anda.
Jika Anda merasa diri Anda menjadi lebih mudah marah, moody, atau rentan terhadap perubahan suasana hati yang tiba-tiba, sleep apnea dapat menjadi faktor penyebab.
Kurang tidur memengaruhi kemampuan otak untuk mengatur emosi, yang mengarah pada peningkatan stres dan kecemasan.
9. Kesulitan Berkonsentrasi atau Masalah Memori
Kurang tidur kronis yang disebabkan oleh sleep apnea dapat merusak fungsi kognitif, membuat lebih sulit untuk fokus, mengingat sesuatu, atau menyelesaikan tugas.
Anda mungkin mendapati diri Anda menjadi pelupa atau mengalami kesulitan memproses informasi, terutama saat bekerja atau sekolah.
10. Penambahan Berat Badan atau Kesulitan Menurunkan Berat Badan
Sleep apnea sering dikaitkan dengan penambahan berat badan, karena kondisi ini dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan metabolisme.
Penderita sleep apnea mungkin kesulitan menurunkan berat badan meskipun sudah mengikuti diet sehat dan rutinitas olahraga.
Sebaliknya, kelebihan berat badan juga merupakan faktor risiko untuk berkembangnya sleep apnea.
Temukan Paket Skrining dan Perawatan Medis yang Tepat untuk Anda
Faktor Risiko Sleep Apnea
Meskipun siapa pun dapat menderita sleep apnea, beberapa faktor meningkatkan risikonya:
- Kelebihan berat badan: Orang yang kelebihan berat badan lebih mungkin mengembangkan obstructive sleep apnea karena tekanan ekstra pada saluran napas mereka.
- Lingkar leher: Leher yang lebih tebal dapat mempersempit saluran napas, meningkatkan risiko penyumbatan saluran napas saat tidur.
- Usia: Sleep apnea lebih umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.
- Riwayat keluarga: Riwayat sleep apnea dalam keluarga meningkatkan kemungkinan Anda mengembangkan kondisi tersebut.
- Merokok: Merokok meningkatkan risiko sleep apnea dengan mengobarkan dan mempersempit saluran napas atas.
Kapan Harus Menemui Dokter?
Jika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami salah satu gejala sleep apnea, penting untuk mencari nasihat medis.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kondisi memburuk dan mengurangi risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan diabetes.
Sleep study (memperhatikan pola tidur) dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik khusus untuk mendiagnosis sleep apnea.
Pilihan pengobatan mungkin termasuk perubahan gaya hidup, penggunaan mesin continuous positive airway pressure (CPAP), atau operasi pada kasus yang parah.
Jadwalkan Konsultasi Seputar Sleep Apnea dengan Dokter Spesialisnya

Dr. Alex Tham adalah Spesialis THT di Singapura, merupakan Ahli Bedah Kepala dan Leher di Asian Healthcare Specialists.
Beliau memiliki pelatihan fellowship khusus dalam Advanced Rhinology (penyakit hidung dan sinus) dan Endoscopic Skull Base Surgery.
Keahliannya mencakup spektrum luas layanan THT, termasuk perawatan telinga, hidung, dan tenggorokan umum, dengan fokus khusus pada advanced rhinology dan endoscopic skull base surgery.
Untuk konsultasi dan jadwalkan prosedur bersama Dr. Alex Tham, 365Sehat bisa bantu Anda booking appointment hingga bantu akomodasi Anda selama di sana.
Tertarik untuk coba? Ingin tanya-tanya lebih lanjut? Bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol di bawah ini!
Info Terkait
- Ingin konsultasi lebih lanjut? Bisa hubungi tim 365Care via WhatsApp (wa.me/6590991662)
- Temukan paket skrining dan pencitraan medis terbaik di Singapura hingga Malaysia.
Artikel Terkait
Kembali ke Big Story: Pengobatan Sleep Apnea
Praktek Dokter THT di Singapura: Rekomendasi Terbaik
Rekomendasi Dokter di Singapura
Rekomendasi Rumah Sakit/Medical Center di Singapura
Semua konten di situs ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh dijadikan patokan untuk saran medis spesifik. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi 119 atau kunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
365Sehat adalah anggota dari Group 365Asia.


