Ginjal adalah organ vital yang menjalankan fungsi penting untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia.
Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa ginjal sangat penting bagi kesehatan, apa itu penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis, dan mengapa kondisi ini sering dijuluki sebagai silent killer.
Kembali ke Saluran Utama: Perawatan Gagal Ginjal Kronis
Jadwalkan Konsultasi dan Prosedur dengan Dokter Spesialis Ginjal Sekarang!
Panduan Daftar Dokter Terbaik di Asia
Pentingnya Fungsi Ginjal
Kita memiliki dua ginjal yang terletak di kedua sisi tubuh di bawah rongga rusuk. Organ ini melakukan fungsi vital, di antaranya:
- Membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.
- Menyaring darah untuk menghilangkan senyawa yang tidak diinginkan.
- Mengontrol produksi sel darah merah.
- Mengaktifkan Vitamin D untuk mengatur kesehatan tulang.
- Melepaskan hormon yang mengatur tekanan darah.
- Mengatur elektrolit (seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, dan fosfor).
Apa Itu Penyakit Ginjal Kronis?
Seorang pasien dikatakan mengidap penyakit ginjal kronis (PGK) atau gagal ginjal kronis ketika ginjal mengalami kerusakan jangka panjang selama setidaknya 3 bulan dan tidak lagi mampu berfungsi dengan baik.
Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis diklasifikasikan berdasarkan penyebab dan dua hasil pengukuran melalui tes sederhana:
- Laju Filtrasi Glomerulus (eGFR): Ini adalah ukuran seberapa baik ginjal menyaring zat tertentu seperti kreatinin dan sistatin C. Jika nilai eGFR kurang dari 60 ml/min/1.73 m, ini merupakan indikator kuat adanya gangguan filtrasi ginjal.
- Rasio Albumin-Kreatinin Urin (uACR): Ginjal yang sehat akan mencegah albumin masuk ke urin. Jika nilai uACR tinggi (≥30 mg/g), itu tandanya terdapat kebocoran protein di urin, yang meningkatkan risiko fungsi ginjal menurun drastis hingga menjadi gagal ginjal.
Selain menyebabkan gagal ginjal, penyakit ginjal kronis juga meningkatkan risiko kondisi kesehatan lain seperti stroke dan penyakit jantung.
Karena biasanya berkembang perlahan, dokter mengklasifikasikannya ke dalam 5 stadium untuk menentukan langkah terapi penyakit ginjal kronis yang tepat.
Data Kasus Penyakit Ginjal Kronis/Gagal Ginjal Kronis di Indonesia
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi penyakit ginjal kronis yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan pada penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat sekitar 0,18% sampai 0,2% secara nasional.
Namun, para ahli memperkirakan angka riil di lapangan jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang belum terdiagnosis.
Berbeda dengan anggapan bahwa ini penyakit lansia, penelitian terbaru menunjukkan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif (46–55 tahun).
Hal ini sering kali dipicu oleh gaya hidup, konsumsi minuman manis yang tinggi, dan hipertensi yang tidak terkontrol.
Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis
Meskipun dapat menyerang siapa saja, beberapa faktor penyebab penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis meliputi:
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penyakit jantung
- Obesitas
- Usia (60 tahun ke atas)
- Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
- Riwayat cedera ginjal akut sebelumnya
- Merokok
Mengapa Penyakit Ginjal Kronis Disebut Silent Killer?
Penyakit ginjal kronis pada stadium awal seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Penyakit ini memburuk seiring waktu dan hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan total.
Namun, jika dilakukan diagnosis penyakit ginjal kronis sejak dini, langkah-langkah medis dapat diambil untuk mempertahankan fungsi ginjal selama mungkin.
Jika tidak dikelola, kondisi ini berujung pada gagal ginjal, di mana ginjal tidak berfungsi optimal lagi untuk menopang hidup.
Angka kematian pada gagal ginjal bisa setinggi beberapa jenis kanker. Pada titik ini, pasien akan membutuhkan dialisis/cuci darah atau transplantasi ginjal.
Gejala Penyakit Ginjal Kronis
Sering kali, gejala penyakit ginjal kronis baru muncul pada stadium lanjut. Waspadai tanda-tanda berikut:
- Urin berbusa.
- Pembengkakan di sekitar mata, atau bengkak pada kaki dan pergelangan kaki.
- Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama di malam hari.
- Kelelahan ekstrem (fatigue).
- Kesulitan berkonsentrasi.
- Nafsu makan buruk atau mual.
- Gangguan tidur dan kram otot di malam hari.
- Kulit kering atau gatal.
Skrining & Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis
Langkah berikut dapat membantu mencegah atau memperlambat penyakit ginjal kronis:
- Menurunkan berat badan jika obesitas.
- Aktif secara fisik untuk membantu mengontrol gula darah.
- Berhenti merokok.
- Menjaga kadar kolesterol tetap sehat.
- Mengurangi asupan garam.
- Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran.
- Membatasi konsumsi alkohol.
Pemeriksaan kesehatan ginjal secara rutin sangat disarankan. Tes darah (eGFR) dan tes urin (uACR) adalah standar utama untuk mendeteksi kesehatan organ ini.
Perawatan Pasien Ginjal Kronis & Gagal Ginjal
Fokus utama perawatan pasien ginjal kronis saat ini adalah mengelola penyebab utama (seperti diabetes), memperlambat progresivitas penyakit, dan mencegah komplikasi jantung.
Estimasi Biaya
Bagi pasien Indonesia yang mempertimbangkan terapi penyakit ginjal kronis di Singapura, ini estimasi biaya yang bisa Anda persiapkan dan pertimbangkan:
| Prosedur | Estimasi Biaya (dalam Dolar Singapura) | Estimasi Biaya (dalam Rupiah Indonesia) |
| Skrining | Pemeriksaan Profil Ginjal: Di bawah S$100 USG Ginjal: S$150 – S$200 | Pemeriksaan Profil Ginjal: Di bawah Rp 1.320.410 USG Ginjal: Sekitar Rp 1.980.615 – Rp 2.640.820 |
| Perawatan Obat-obatan | Sekitar S$50/bulan | Sekitar Rp 660.205/bulan |
| Dialisis/Cuci Darah | Hemodialisis: Mulai dari S$2,500/bulan Dialisis Peritoneal: Sekitar S$1,300 – S$2,000/bulan | Hemodialisis: Mulai dari Rp 33.010.250/bulan Dialisis Peritoneal: Sekitar Rp 17.165.330 – Rp 26.408.200/bulan |
| Transplantasi Ginjal | Diatur ketat oleh Human Organ Transplant Act (HOTA) Singapura dan biayanya bervariasi tergantung rumah sakit dan kompleksitas kasus | – |
Angka Harapan Hidup
Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk pasien dialisis adalah 56,9%.
Sementara bagi pasien yang menjalani transplantasi ginjal, angka harapan hidup 5 tahun mencapai 93,5%, menjadikannya opsi terbaik untuk kualitas hidup jangka panjang.
Ingin Dijadwalkan Terapi Penyakit Ginjal Kronis di Singapura? 365Sehat Bisa Bantu Anda!
Bagi Anda yang tertarik lakukan prosedur terapi penyakit ginjal kronis dan ingin berkonsultasi serta lakukan prosedur langsung bersama dokter spesialis yang tepat di Singapura, ini dokter spesialis ginjal yang bisa Anda coba pertimbangkan:

365Sehat bisa bantu hubungkan Anda dengan dokter spesialisnya, jadwalkan appointment konsultasi dan prosedurnya, hingga bantu akomodasi Anda selama di sana.
Tertarik untuk coba? Info lebih lanjut, bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol di bawah ini!
FAQ
Urin berbusa yang menetap bisa menjadi tanda adanya protein (albumin) dalam urin. Ini adalah salah satu indikator awal kerusakan ginjal jangka panjang. Sebaiknya segera temui spesialis nefrologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ya. Banyak konsumsi makanan dengan kandungan tinggi natrium meningkatkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis.
Tidak selalu. Dialisis atau cuci darah hanya diperlukan jika penyakit telah mencapai stadium akhir (gagal ginjal). Jika dideteksi lebih awal, perkembangan penyakit bisa diperlambat sehingga dialisis bisa ditunda atau bahkan dihindari melalui manajemen medis yang ketat.
Info Terkait
- Ingin konsultasi lebih lanjut? Bisa hubungi tim 365Care via WhatsApp (wa.me/6590991662)
- Temukan paket medical check-up dan perawatan medis lainnya di Singapura dan Malaysia.
Artikel Terkait
Kembali ke Saluran Utama: Perawatan Gagal Ginjal Kronis
- Pengobatan Diabetes
- Program Penurunan Berat Badan
- Pencitraan Medis
- Rumah Sakit & Medical Centre di Singapura
- Panduan Berobat ke Singapura
Panduan Daftar Dokter Terbaik di Asia
NOTES: Konten medis ini telah ditinjau oleh Dr. Wong Weng Kin, seorang dokter spesialis ginjal (nefrolog) di One Future Kidney Care, Singapura (Mount Elizabeth Hospital).
Referensi:
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Laporan Nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/
Indonesian Renal Registry. (2023). 15th Report of Indonesian Renal Registry 2022. Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI). https://www.indonesianrenalregistry.org/
Semua konten di situs ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh dijadikan patokan untuk saran medis spesifik. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi 119 atau kunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
365Sehat adalah anggota dari Group 365Asia.



