
Rethinam Ganesan
Spesialisasi: Fisioterapi
Klinik: PhysioVitae
Baca profilnya dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Vietnam.
Siapa Rethinam Ganesan?
Rethinam Ganesan merupakan fisioterapis spesialis jantung dan paru serta Co-Founder PhysioVitae, Singapura.
Pernah bertugas di rumah sakit pemerintah, ia berpengalaman lebih dari 12 tahun menangani masalah jantung, pernapasan, serta metabolik.
Fokusnya adalah rehabilitasi jantung-paru, pencegahan penyakit kronis, dan integrasi fisioterapi dengan pola hidup sehat.
Melalui latihan berbasis bukti, pemantauan fisiologis, dan perawatan personal, ia membantu pasien meningkatkan kapasitas fisik, mengelola kondisi kronis, serta memulihkan kesehatan jangka panjang.
Rethinam memiliki dedikasi tinggi dalam memperluas sekaligus memajukan praktik rehabilitasi jantung dan paru di masyarakat.
Apa Prinsip Utama Rethinam dalam Dunia Medis?
Rethinam percaya pada pentingnya memberdayakan setiap individu untuk memulihkan kesehatan, menjaga vitalitas, dan membangun masa depan dengan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Jika Anda Bertemu Rethinam di Luar Jam Kerja, Kemungkinan Ia Sedang…
… menemani kedua buah hatinya yang aktif, berlatih di studio BFT, atau sedang asyik menonton pertandingan sepak bola.
Tanya Jawab dengan Rethinam Ganesan
Minat saya pada anatomi tubuh manusia, dipadukan dengan keinginan kuat untuk membantu sesama meningkatkan kualitas hidup, mendorong saya untuk menekuni bidang ini. Saya selalu tertarik pada profesi yang memungkinkan saya berinteraksi langsung dengan pasien, mendampingi masa pemulihan mereka, serta membimbing mereka untuk kembali mencapai fungsi fisik dan kesehatan yang optimal.
Fisioterapi sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai solusi saat cedera atau sakit saja, melainkan juga sebagai langkah proaktif untuk mencegah masalah kesehatan. Banyak kondisi otot dan sendi (muskuloskeletal), gangguan jantung-paru, hingga masalah metabolik yang dapat ditangani lebih baik, atau bahkan dicegah, melalui deteksi dini, latihan fisik yang terukur, dan edukasi gaya hidup.
Saya rutin menelaah artikel jurnal terbaru, pedoman klinis, dan publikasi riset agar praktik saya selalu berbasis bukti (evidence-based). Dalam dunia kesehatan, belajar adalah proses tanpa henti. Hal ini sangat krusial untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang paling efektif dan teruji secara ilmiah.
Prinsip saya bukan sekadar memberi instruksi, melainkan membimbing dan menjadi mitra perjalanan bagi pasien dalam proses pemulihan mereka. Saya percaya bahwa ketika pasien memahami kondisi mereka dan terlibat aktif dalam rehabilitasi, hasil yang dicapai akan jauh lebih bermakna dan bertahan lama.
Bagi saya, setiap pasien yang berani melangkah masuk ke klinik dan berkomitmen untuk memperbaiki kesehatannya adalah sebuah keberhasilan. Keinginan untuk memulai perubahan itu sendiri sudah merupakan pencapaian besar. Saya selalu berupaya berempati dengan memahami kesulitan dan hambatan yang pasien hadapi. Fisioterapi yang efektif bukan hanya soal memberikan program latihan yang tepat, tetapi juga tentang solusi praktis atas tantangan nyata yang mereka hadapi sehari-hari.
Kisah Pasien 1: Seorang pria paruh baya datang dengan hasil CA19-9 yang tinggi. Tes lanjutan mengonfirmasi kanker pankreas yang telah menyebar ke hati. Meski operasi bukan pilihan utama saat itu, ia segera mengambil keputusan untuk memulai pengobatan tanpa menunda. Berkat investigasi yang cepat dan koordinasi yang baik, terapi sistemik dimulai lebih awal, memberinya peluang respon terbaik.
Kisah Pasien 2: Seorang pasien didiagnosis dengan tumor pankreas yang besar namun masih terlokalisasi. Meski sempat cemas, ia tetap fokus pada pengobatan. Tumor berhasil diangkat melalui bedah invasif minimal. Pemulihannya berjalan mulus tanpa komplikasi luka, sehingga ia bisa memulai kemoterapi sesuai jadwal.
Kisah Pasien 3: Pasien ini menderita nyeri perut berulang yang tidak kunjung membaik meski sudah minum berbagai obat lambung. Ia gigih mencari penyebab nyerinya. Setelah batu empedu teridentifikasi sebagai penyebabnya, ia menjalani operasi pengangkatan kantong empedu secara laparoskopi dan pulih sepenuhnya; gejalanya pun hilang total.
Kisah Pasien 4: Seorang pria muda didiagnosis menderita kanker hati besar di sisi kanan (sekitar 15 cm). Mengangkat tumor tersebut akan menyisakan volume hati yang sangat mepet, sehingga butuh perencanaan yang sangat teliti. Dengan bantuan perencanaan 3D untuk memetakan anatomi hati dan uji fungsi hati (ICG test), operasi berhasil dilakukan. Ia pulih dengan baik, batas sayatan bedahnya bersih dari kanker, dan kini rutin menjalani kontrol.
Masih banyak yang menganggap fisioterapi identik dengan pijat atau sekadar “solusi cepat” seperti minum obat. Padahal, fisioterapi adalah proses terstruktur berbasis sains yang fokus pada pemulihan fungsi, perbaikan gerak, dan peningkatan ketahanan tubuh jangka panjang. Saya selalu mengedukasi pasien bahwa rehabilitasi aktif memegang peran kunci dalam kesembuhan mereka.
Saya memprioritaskan komunikasi yang transparan mengenai pilihan terapi yang tersedia, target hasil yang ingin dicapai, serta estimasi waktu pemulihan. Hal ini penting agar pasien dapat mengambil keputusan yang tepat dan merasa tenang dengan rencana perawatan yang kami susun bersama.
Saya rutin berolahraga empat hingga lima kali seminggu untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Selain itu, saya berupaya menjaga batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Dengan begitu, saya bisa tetap berenergi saat kembali melayani pasien.
Integrasi kecerdasan buatan (AI) dan analisis data adalah salah satu yang paling menarik, karena membantu kami menganalisis kondisi pasien secara lebih akurat untuk menyusun program rehabilitasi yang personal. Selain itu, peran fisioterapi dalam kedokteran preventif dan menjaga umur panjang (longevity) kini semakin menonjol dalam membantu orang tetap bugar sebelum penyakit datang.
Kuncinya adalah konsistensi dalam kebiasaan harian: olahraga teratur yang sesuai porsi, nutrisi seimbang, tidur cukup, serta menghindari rokok dan alkohol. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental dan hubungan sosial, karena keduanya merupakan fondasi penting bagi kesehatan jangka panjang.
Latar Belakang Profesional Rethinam Ganesan
Rethinam memiliki rekam jejak yang panjang di Rumah Sakit Tan Tock Seng sejak 2014 dan dipercaya menjadi Senior Physiotherapist pada tahun 2019. Pada tahun 2025, ia ikut mendirikan PhysioVitae dan kini menjabat sebagai Principal Physiotherapist di klinik tersebut.
Kualifikasi Akademik
- Master of Science (MS), Advanced Physiotherapy – University College London (2021 – 2022)
- Bachelor’s degree, Physiotherapy – Singapore Institute of Technology – Trinity College Dublin (2014 – 2015)
Keahlian Klinis
Rethinam mengawali perjalanan klinisnya melalui rotasi di Rumah Sakit Tan Tock Seng (2014–2017) pada bidang ortopedi, bedah umum, geriatri, dan perawatan muskuloskeletal.
Sejak 2017, ia mendalami spesialisasi fisioterapi kardiopulmoner, mencakup pelayanan di Unit Perawatan Intensif (ICU) dan bangsal umum, serta klinik rawat jalan (rehabilitasi jantung dan paru, manajemen berat badan, osteoporosis, dan diabetes).
Visi
Memberdayakan Pemulihan Anda, Mengembalikan Kualitas Hidup Anda
“Menangani kondisi kesehatan tidak hanya tentang obat-obatan. Saya hadir sebagai mitra pasien untuk membangun jalan yang berkelanjutan menuju masa depan yang lebih kuat, sehat, dan aktif.”
— Rethinam Ganesan
Layanan Medis Dr. Lee Lip Seng
Layanan medis yang ditawarkan Dr. Lee Lip Seng meliputi:
Konten Media Sosial
Artikel yang Ditinjau oleh Ahlinya
Interview dengan Rethinam Ganesan
Rethinam Ganesan dan Koe Zi Yi, pendiri PhysioVitae, menjelaskan mengapa fisioterapi lebih dari penanganan otot dan tulang, dan bagaimana pasien dengan kondisi jantung, paru-paru, dan metabolisme juga dapat memperoleh manfaatnya.
Semua konten di situs ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh dijadikan patokan untuk saran medis spesifik. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi 119 atau kunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
365Sehat adalah anggota dari Group 365Asia.



