Banyak yang seringkali kebingungan kalau cek kanker payudara ke dokter spesialis apa, apakah harus ke dokter spesialis bedah umum atau ke dokter spesialis onkologi.
Kebingungan ini sangat wajar, mengingat ada banyak jenis dokter spesialis. Namun, mengetahui jalur yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan penanganan yang optimal.
Artikel ini akan bantu Anda cari tahu dokter spesialis yang tepat untuk cek, konsultasi, hingga lakukan prosedur pengobatan kanker payudara.
Kembali ke Saluran Utama: Operasi Payudara
Jadwalkan Skrining dan Pengobatan Kanker Payudara Sekarang
Dokter Spesialis yang Bisa Dituju untuk Kanker Payudara
Ketika berbicara tentang evaluasi benjolan atau potensi tumor payudara, rujukan awal seringkali bisa datang dari dokter umum.
Namun, untuk pemeriksaan lebih lanjut dan diagnosis definitif, Anda perlu berkonsultasi langsung dengan ahli di bidangnya.
1. Dokter Spesialis Bedah Onkologi Payudara
Jika Anda sudah curiga kuat atau dokter umum Anda menyarankan pemeriksaan lebih lanjut karena adanya tumor payudara atau lesi, langsung mendatangi Dokter Spesialis Bedah Onkologi (Sp.B(K)Onk) adalah pilihan yang paling efisien dan direkomendasikan.
Dokter Spesialis Bedah Payudara adalah sebutan untuk subspesialisasi dari Bedah Onkologi (Sp.B(K)Onk) yang memfokuskan praktiknya hampir 100% pada penyakit payudara, baik yang sifatnya jinak maupun ganas (kanker).
Ini keunggulan konsultasi langsung ke bedah onkologi:
- Spesialisasi Tinggi: Mereka memiliki pelatihan dan pengalaman mendalam yang khusus untuk mendiagnosis, mengevaluasi, hingga merencanakan penanganan kanker payudara. Mereka sangat familiar dengan berbagai jenis faktor risiko kanker payudara dan kasus yang kompleks.
- Proses Lebih Cepat (One-Stop Service): Karena spesialisasinya, dokter ini sering kali dapat langsung mengarahkan dan melakukan pemeriksaan yang diperlukan, seperti panduan USG payudara dan tindakan biopsi, tanpa perlu rujukan berulang. Mereka adalah layanan terpadu (one-stop service) untuk evaluasi benjolan payudara.
- Penanganan Komprehensif: Dokter bedah onkologi tidak hanya mendiagnosis, tetapi juga yang akan melakukan operasi jika dibutuhkan (seperti lumpektomi atau mastektomi). Mereka memahami seluruh alur perawatan secara multidisiplin.
2. Dokter Spesialis Bedah Umum (Sp.B)
Sebelum adanya spesialisasi Bedah Onkologi, dokter spesialis bedah umum sering menjadi rujukan pertama untuk semua masalah payudara.
Hingga saat ini, Dokter Spesialis Bedah Umum (Sp.B) masih merupakan pilihan rujukan yang valid, terutama di fasilitas kesehatan yang belum memiliki ahli bedah onkologi.
Mereka dapat mengevaluasi dan melakukan diagnosis awal serta tindakan bedah pada kondisi payudara umum.
Jika terbukti ada kanker, mereka akan bekerja sama dengan tim onkologi atau merujuk ke Sp.B(K)Onk.
3. Dokter Spesialis Onkologi Medis
Dokter spesialis ini juga memegang peran krusial, tetapi biasanya setelah diagnosis kanker payudara dipastikan melalui biopsi.
Dokter Spesialis Onkologi Medis fokus pada pengobatan sistemik atau non-bedah, yaitu:
- Kemoterapi
- Terapi hormonal
- Terapi target, dan Imunoterapi.
Mereka akan bekerja sama dengan ahli bedah untuk menentukan rangkaian pengobatan yang paling efektif berdasarkan stadium kanker yang didiagnosis.
Untuk Anda yang sedang cari opsi pengobatan kanker payudara di luar Indonesia, ini beberapa dokter spesialis di Singapura dan Malaysia yang bisa Anda tuju:

Untuk dijadwalkan konsultasi dan prosedur dengan dokter spesialisnya, bisa langsung hubungi kami dengan klik di sini.
Cara Diagnosis Kanker Payudara
Setelah Anda memutuskan cek kanker payudara ke dokter spesialis apa dan tiba di ruang praktik, dokter akan memulai serangkaian prosedur untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Proses ini dikenal sebagai deteksi dini yang sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
1. Mammografi
Ini adalah foto rontgen payudara dosis rendah. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi perubahan sangat kecil di jaringan, seperti mikrokalsifikasi, bahkan sebelum benjolan dapat diraba.
Pemeriksaan ini sangat penting untuk wanita yang memiliki faktor risiko kanker payudara atau sudah memasuki usia skrining rutin.
2. USG Payudara
Menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan citra. Fungsinya untuk memastikan apakah lesi yang terlihat adalah kista (berisi cairan) atau massa padat (solid). Alat ini juga sering digunakan untuk memandu proses biopsi.
3. MRI Payudara
Pemeriksaan beresolusi tinggi ini umumnya digunakan untuk mengevaluasi luas lesi pada pasien yang sudah terdiagnosis, atau sebagai alat screening tambahan pada wanita dengan risiko sangat tinggi (misalnya pembawa mutasi gen BRCA).
4. Biopsi
Kepastian diagnosis hanya bisa didapatkan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan atau sel untuk dianalisis di bawah mikroskop (Patologi Anatomi).
Ada beberapa metode biopsi, tergantung kondisi lesi:
- Core Needle Biopsy: Metode standar di mana jarum yang lebih besar digunakan untuk mengambil beberapa potong jaringan inti. Ini sering dipandu oleh USG payudara.
- Vaccum-assisted core biopsy: Mengambil jaringan lebih banyak melalui satu titik.
Jika diagnosis kanker sudah terkonfirmasi melalui biopsi, dokter akan menggunakan pemeriksaan lain seperti PET/CT scan untuk mengevaluasi apakah kanker telah menyebar (metastasis) dan menentukan stadium kanker.
Untuk coba deteksi, ini beberapa paket skrining kanker yang bisa Anda coba pertimbangkan:

365Sehat bisa bantu Anda jadwalkan appointment skrining, konsultasi dengan dokter spesialis, hingga prosedur bedah untuk kanker payudara sesuai dengan kebutuhan Anda.
Sehingga Anda bisa dapatkan layanan perawatan medis dengan aman, nyaman, dan bebas hambatan.
Tertarik untuk coba? Atau ingin tanya-tanya lebih lanjut? Bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol di bawah ini!
FAQ
Pilihan terbaik adalah langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi (Sp.B(K)Onk). Dokter ini adalah subspesialis yang fokus pada diagnosis, evaluasi, dan penanganan bedah untuk benjolan payudara, baik jinak maupun ganas.
Dokter Bedah Onkologi (Sp.B(K)Onk) bertanggung jawab untuk diagnosis, melakukan biopsi, dan tindakan pembedahan (seperti pengangkatan tumor payudara). Sedangkan Dokter Spesialis Onkologi Medis bertanggung jawab untuk penanganan non-bedah, seperti kemoterapi, terapi hormonal, dan terapi target.
Ya, bisa. Dokter Spesialis Bedah Umum (Sp.B) memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan awal dan diagnosis benjolan payudara. Jika dicurigai kuat keganasan, dokter Sp.B akan melanjutkan penanganan atau merujuk Anda ke Sp.B(K)Onk.
Pemeriksaan diawali dengan SADANIS (pemeriksaan fisik). Kemudian dilanjutkan dengan pencitraan seperti USG payudara dan/atau mammografi. Diagnosis pasti ditegakkan melalui prosedur biopsi (pengambilan sampel jaringan).
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) secara berkala. Untuk wanita usia 40 tahun ke atas, skrining rutin dengan mammografi direkomendasikan, meskipun Anda tidak memiliki benjolan atau keluhan lain. Konsultasikan jadwal terbaik sesuai faktor risiko kanker payudara Anda.
Info Terkait
- Ingin konsultasi lebih lanjut? Bisa hubungi tim 365Care via WhatsApp (wa.me/6590991662)
- Temukan paket skrining kanker payudara terbaik di 365Mall.
Artikel Terkait
Kembali ke Saluran Utama: Operasi Payudara
Cari Dokter Spesialis Bedah Payudara
Klik untuk lihat konten dalam Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Vietnam.
Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dapat menggantikan saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah kesehatan, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional.
Pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mencegah kanker, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. Untuk membandingkan dan memilih paket pemeriksaan kesehatan dari penyedia layanan medis di Malaysia, Singapura, dan lainnya, kunjungi health365.asia/365mall.






