Kanker payudara merupakan kondisi medis yang terjadi akibat adanya mutasi pada sel-sel di jaringan payudara.
Sel-sel ini tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali hingga membentuk sebuah tumor.
Meskipun secara statistik lebih banyak menyerang wanita atau individu yang terlahir perempuan (assigned female at birth / AFAB) di atas usia 50 tahun, perlu diingat bahwa pria maupun wanita usia muda pun tidak luput dari risiko penyakit ini.
Melalui panduan ini, kita akan membedah lebih dalam mengenai seluk-beluk penyakit ini, mulai dari deteksi dini hingga opsi pengobatan yang tersedia.
Kembali ke Saluran Utama: Kanker Payudara
Jadwalkan Konsultasi dan Prosedur dengan Dokter Spesialisnya Sekarang
Data Kasus Kanker Payudara di Indonesia
Bagi masyarakat Indonesia, kewaspadaan terhadap penyakit ini sangatlah krusial.
Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia.
Jumlah kasus barunya mencapai 66.271 dengan angka kematian menyentuh 22.598 jiwa per tahun.
Apa Itu Kanker Payudara?
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa itu kanker payudara?
Secara sederhana, penyakit ini muncul ketika sel-sel payudara mengalami perubahan genetik yang membuat mereka terus membelah tanpa henti.
Tumor yang terbentuk bisa bersifat jinak (benign) yang tidak menyebar, atau ganas (malignant) yang merupakan kanker sesungguhnya.
Kanker yang ganas memiliki kemampuan untuk merusak jaringan sehat di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem kelenjar getah bening.
Beberapa jenis yang paling sering didiagnosis meliputi:
- Ductal Carcinoma In Situ (DCIS): Kanker stadium awal yang masih terlokalisasi di dalam saluran susu.
- Invasive Ductal Carcinoma (IDC): Jenis yang paling umum ditemukan, di mana kanker telah menyebar keluar dari saluran susu ke jaringan payudara di sekitarnya.
- Triple-Negative Breast Cancer: Jenis kanker yang lebih agresif dan memerlukan strategi pengobatan khusus karena tidak memiliki tiga reseptor hormon yang umum ditemukan pada kanker lainnya.
Gejala Kanker Payudara
Pada tahap awal, kanker ini sering kali “bersembunyi” tanpa menimbulkan rasa sakit atau tanda yang nyata.
Namun, seiring berkembangnya massa tumor, ada beberapa gejala kanker payudara yang perlu Anda waspadai:
- Munculnya benjolan yang terasa keras atau penebalan pada payudara maupun area ketiak.
- Perubahan bentuk puting, misalnya menjadi melesak ke dalam (retracted nipple).
- Perubahan pada tekstur kulit payudara (seperti kulit jeruk), atau perubahan warna pada area areola dan puting.
- Keluar cairan dari puting yang disertai darah.
- Perubahan ukuran atau bentuk payudara yang tidak simetris secara tiba-tiba.
Penyebab Kanker Payudara dan Faktor Risikonya
Hingga saat ini, para ahli medis belum bisa memastikan satu penyebab kanker payudara secara tunggal.
Namun, ada kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup yang memicu kemunculannya.
Beberapa faktor risiko utama penyebab kanker payudara meliputi:
- Usia: Risiko secara alami meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah melewati angka 50 tahun.
- Faktor Genetik: Adanya riwayat keluarga atau mutasi gen tertentu seperti BRCA1 dan BRCA2.
- Riwayat Hormonal: Wanita yang mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun atau mengalami menopause setelah usia 55 tahun memiliki paparan hormon estrogen yang lebih lama, yang dapat meningkatkan risiko.
- Gaya Hidup: Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih, serta kondisi obesitas.
Selain itu, kondisi medis tertentu seperti memiliki jaringan payudara yang padat (dense breast tissue) juga diketahui dapat meningkatkan risiko sekaligus membuat deteksi melalui alat pemindai menjadi lebih menantang.
Opsi Skrining/Pemeriksaan untuk Mencegah Kanker Payudara Berkembang
Langkah terbaik sebagai cara mencegah kanker payudara berkembang ke stadium lanjut adalah dengan melakukan skrining secara rutin.
Deteksi dini terbukti secara signifikan meningkatkan peluang kesembuhan dan meminimalkan prosedur pengobatan yang berat.
Tersedia berbagai teknologi pencitraan medis mutakhir untuk deteksi kanker payudara sedini mungkin:
1. Mamografi
Mamografi adalah metode paling standar dan akurat.
Terdapat pilihan Mamogram 2D konvensional maupun Mamogram 3D (Tomosynthesis) yang mampu memberikan gambaran jaringan payudara jauh lebih detail dari berbagai sudut.
- Usia 40-49 tahun: Disarankan melakukan skrining setiap tahun.
- Usia 50 tahun ke atas: Skrining wajib dilakukan minimal setiap dua tahun sekali.
2. USG Payudara (Breast Ultrasound)
USG payudara biasanya digunakan sebagai prosedur pendukung mamografi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, terutama jika dokter mencurigai adanya benjolan pada pasien dengan jaringan payudara yang padat.
3. MRI Payudara
Metode MRI payudara ini biasanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki risiko sangat tinggi atau memiliki riwayat mutasi genetik keluarga yang kuat.
4. Pemeriksaan Mandiri (SADARI)
Jangan remehkan pemeriksaan mandiri di rumah. Lakukan langkah Lihat, Sentuh, dan Cek setiap bulan setelah masa menstruasi berakhir untuk mengenali jika ada perubahan sekecil apa pun pada payudara Anda.
Memahami Stadium Kanker Payudara
Penentuan stadium kanker sangat penting untuk menentukan jenis pengobatan yang paling efektif:
- Stadium 0: Sel abnormal masih berada di tempat asalnya (non-invasif).
- Stadium I & II: Kanker mulai menyerang jaringan sekitar namun ukurannya masih relatif kecil atau hanya menyebar ke kelenjar getah bening terdekat.
- Stadium III: Kanker telah menyebar lebih luas ke jaringan sekitar (locally advanced).
- Stadium IV: Kanker telah bermetastasis atau menyebar ke organ jauh seperti paru-paru, hati, atau tulang.
Opsi Pengobatan Kanker Payudara yang Tersedia
Setiap pasien akan mendapatkan rencana perawatan yang berbeda tergantung pada jenis dan stadium kankernya.
Jika Anda sedang cari opsi pengobatan kanker payudara di luar Indonesia, seperti Singapura, opsi pengobatan di Singapura meliputi:
- Operasi Payudara: Bisa berupa lumpektomi (hanya mengangkat benjolan) atau mastektomi (mengangkat seluruh jaringan payudara).
- Radioterapi & Kemoterapi: Untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.
- Terapi Target & Hormonal: Pengobatan modern yang langsung menyerang sel kanker berdasarkan karakteristik genetiknya, sehingga lebih efektif dan minim efek samping pada sel sehat.
Biaya dan Estimasi Perawatan Kanker Payudara
Memahami bahwa pengobatan di luar negeri memerlukan persiapan matang, Anda dapat mempelajari estimasi biaya melalui artikel berikut ini:
- Ini Rincian Biaya Operasi Kanker Payudara di Singapura
- Estimasi Biaya Operasi Kanker Payudara di Malaysia
Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kanker Payudara di Singapura Pilihan Kami
Jika Anda berencana melakukan pemeriksaan lebih lanjut, diagnosis, atau mencari opsi pengobatan di Singapura, 365Sehat dapat membantu menghubungkan Anda dengan dokter spesialis bedah payudara (breast surgeon) terbaik.
Ini dokter spesialis yang bisa Anda pertimbangkan:

Untuk dibantu dihubungkan dan dijadwalkan appointment dengan dokter spesialisnya, bisa langsung hubungi 365Sehat dengan klik tombol di bawah ini!
Info Terkait
- Ingin konsultasi lebih lanjut? Bisa hubungi tim 365Care via WhatsApp (wa.me/6590991662)
- Temukan paket skrining payudara terbaik di 365Mall.
Artikel Terkait
Kembali ke Saluran Utama: Kanker Payudara
Cari Dokter Spesialis Bedah Payudara
Semua konten di situs ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh dijadikan patokan untuk saran medis spesifik. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi 119 atau kunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
365Sehat adalah anggota dari Group 365Asia.


