IgA nefropati (umumnya dikenal sebagai penyakit Berger) adalah kondisi ginjal kronis yang menyerang unit penyaring ginjal yang disebut glomeruli.
Dalam gangguan yang dimediasi sistem imun ini, sejenis antibodi yang disebut immunoglobulin A (IgA) menumpuk di jaringan ginjal, sehingga memicu peradangan dan kerusakan bertahap.
Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menurunkan fungsi ginjal dan dalam beberapa kasus, berlanjut menjadi penyakit IgA nefropati yang kronis atau bahkan IgA nefropati dan gagal ginjal.
Perjalanan penyakit ini sangat bervariasi; beberapa orang hidup selama puluhan tahun tanpa gejala serius, sementara yang lain mungkin mengalami penurunan fungsi ginjal yang progresif.
Kembali ke Saluran Utama: Perawatan Gagal Ginjal Kronis
Jadwalkan Konsultasi dan Prosedur dengan Dokter Spesialis Ginjal Sekarang!
Panduan Daftar Dokter Terbaik di Asia
Penyebab IgA Nefropati dan Faktor Risikonya
Hingga saat ini, penyebab IgA nefropati secara pasti belum diketahui.
Namun, para ahli memahami bahwa kondisi ini melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Pada penderita IgA nefropati, bentuk antibodi IgA yang abnormal menumpuk dan mengendap di glomeruli ginjal.
Endapan ini memicu peradangan dan jaringan parut yang mengganggu fungsi penyaringan ginjal.
Faktor risikonya meliputi:
- Predisposisi Genetik: Penyakit ini dapat diturunkan dalam keluarga, menunjukkan adanya pengaruh herediter.
- Etnis: Orang keturunan Asia Timur (termasuk Asia Tenggara) atau Kaukasia memiliki tingkat kasus yang lebih tinggi dibandingkan kelompok etnis lain.
- Usia: Biasanya muncul pada orang dewasa muda, sering kali antara usia belasan hingga akhir 30-an.
- Jenis Kelamin: Laki-laki lebih sering terkena dibandingkan perempuan.
- Gangguan Imun: Infeksi saluran pernapasan, penyakit hati, dan kondisi terkait imun lainnya dapat memicu produksi IgA abnormal.
Gejala IgA Nefropati
Kondisi ini bisa tanpa gejala selama bertahun-tahun, itulah sebabnya sering kali terdeteksi secara tidak sengaja saat pemeriksaan rutin.
Ketika gejala IgA nefropati mulai muncul, hal tersebut biasanya mencerminkan kerusakan ginjal yang sedang berlangsung, meliputi:
- Darah dalam urine (haematuria): Urine mungkin tampak berwarna merah muda, kemerahan, atau kecokelatan seperti teh.
- Urine berbusa: Tanda adanya protein berlebih (proteinuria).
- Pembengkakan (edema): Terutama pada bagian kaki, pergelangan kaki, atau di sekitar mata.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi): Akibat fungsi ginjal yang terganggu.
- Kelelahan dan lesu: Terjadi ketika filtrasi ginjal menurun drastis.
Karena gejala awal mungkin tidak terlihat, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Baca Juga:
Mengenal Penyakit Ginjal Kronis/Gagal Ginjal Kronis
Kenali Gejala Gagal Ginjal dan Cara Cek Ginjal Bermasalah
Kiat Pencegahan IgA Nefropati
Tidak ada cara pasti untuk mencegah munculnya penyakit ini, namun deteksi dini dapat memperlambat progresivitas penyakit. Langkah yang disarankan meliputi:
- Cek Kesehatan Rutin: Tes urine (urinalysis) dapat mendeteksi darah atau protein mikroskopis sebelum gejala fisik muncul.
- Pemantauan Tekanan Darah: Hipertensi mempercepat kerusakan ginjal, sehingga kontrol tekanan darah sangatlah vital.
- Terapkan Gaya Hidup Sehat: Mengurangi asupan natrium (garam), menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok.
Diagnosis IgA Nefropati
Proses diagnosis IgA nefropati biasanya melibatkan serangkaian tes berikut:
- Tes Urine: Untuk memeriksa kadar protein dan sel darah merah.
- Tes Darah: Untuk mengukur kadar kreatinin dan fungsi filtrasi ginjal (eGFR).
- Biopsi Ginjal: Ini adalah prosedur standar emas (gold standard) untuk mengonfirmasi adanya endapan IgA pada jaringan ginjal melalui pemeriksaan mikroskopis.
Cek Kondisi Kesehatan Ginjal Sekarang!
Pengobatan IgA Nefropati
Meskipun saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan secara total, pengobatan IgA nefropati berfokus pada memperlambat perkembangan penyakit, mengelola gejala, dan melindungi fungsi ginjal.
Strategi terapi standar meliputi:
- Obat pengendali tekanan darah (seperti ACE inhibitors atau ARBs).
- Obat penurun kolesterol.
- Intervensi gaya hidup.
Saat ini telah hadir pengobatan inovatif seperti Nefegan (formulasi budesonide dengan pelepasan tertarget).
Terapi oral ini terbukti secara klinis mampu mengurangi kadar IgA patogen yang memicu kerusakan ginjal dan memperlambat penurunan fungsi organ tersebut.
Bagi pasien di Indonesia, banyak yang memilih untuk mencari opini medis kedua (second opinion) atau perawatan lanjut ke Singapura untuk mendapatkan akses ke teknologi medis terbaru dan dokter spesialis ginjal (nephrologist) yang berpengalaman dalam menangani kasus kompleks.
Dokter Spesialis Ginjal di Luar Indonesia yang Bisa Dipertimbangkan
Untuk Anda yang sedang cari opsi medis seputar IgA nefropati di luar Indonesia, ini dokter spesialis ginjal di Singapura yang bisa Anda coba pertimbangkan untuk tuju:

365Sehat bisa bantu hubungkan Anda dengan dokter spesialis ini, jadwalkan appointment konsultasi dan prosedur, hingga bantu akomodasi Anda selama di sana.
Tertarik untuk coba? Ingin tanya-tanya lebih lanjut? Bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol di bawah ini!
FAQ
Ini adalah kondisi di mana protein imun (IgA) menumpuk di ginjal, menyebabkan peradangan yang merusak kemampuan ginjal untuk menyaring limbah.
Hingga saat ini belum ada obatnya, namun dengan penanganan yang tepat, progresivitasnya bisa dihambat sehingga pasien bisa terhindar dari gagal ginjal.
Faktor genetik berperan meningkatkan risiko, namun tidak semua orang dengan riwayat keluarga pasti akan menderita penyakit ini.
Segera hubungi dokter spesialis ginjal. Darah yang terlihat pada urine (gross haematuria) memerlukan evaluasi medis mendalam sesegera mungkin.
Info Terkait
- Ingin konsultasi lebih lanjut? Bisa hubungi tim 365Care via WhatsApp (wa.me/6590991662)
- Temukan paket medical check-up dan perawatan medis lainnya di Singapura dan Malaysia.
Artikel Terkait
Kembali ke Saluran Utama: Perawatan Gagal Ginjal Kronis
- Program Penurunan Berat Badan
- Pencitraan Medis
- Rumah Sakit & Medical Centre di Singapura
- Panduan Berobat ke Singapura
Panduan Daftar Dokter Terbaik di Asia
NOTES: Konten medis ini telah ditinjau oleh Dr. Wong Weng Kin, seorang dokter spesialis ginjal (nefrolog) di One Future Kidney Care, Singapura (Mount Elizabeth Hospital).
Referensi:
Caster, Dawn J. et al. (2024). The Treatment of Primary IgA Nephropathy: Change, Change, Change. American Journal of Kidney Diseases, Volume 83, Issue 2, 229 – 240. DOI: 10.1053/j.ajkd.2023.08.007
Gholizadeh Ghozloujeh, Zohreh et al. (2025). IgA Nephropathy: An Overview of the Clinical Trials. Kidney Medicine, Volume 7, Issue 10, 101078. DOI: 10.1016/j.xkme.2025.101078
Lim, R. S., Yeo, S. C., Barratt, J., & Rizk, D. V. (2024). An Update on Current Therapeutic Options in IgA Nephropathy. Journal of Clinical Medicine, 13(4), 947. https://doi.org/10.3390/jcm13040947
Roberts LE, Williams CEC, Oni L, Barratt J, Selvaskandan H. IgA Nephropathy: Emerging Mechanisms of Disease. Indian J Nephrol. 2024;34:297-309. doi: 10.25259/ijn_425_23
Semua konten di situs ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh dijadikan patokan untuk saran medis spesifik. Jika Anda mengalami keadaan darurat medis, segera hubungi 119 atau kunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat.
365Sehat adalah anggota dari Group 365Asia.



